Tren liburan tidak lagi tentang menjejaki tempat-tempat populer seperti Paris, Tokyo, atau Bali. Di tahun 2026, generasi muda mulai beralih ke destinasi yang lebih otentik, terjangkau, dan minim keramaian, tapi tetap punya pesona luar biasa — baik dari sisi alam, budaya, maupun pengalaman transformasional.
Faktanya:
- 64% traveler muda usia 18–30 memilih destinasi “off-the-beaten-path” (Skyscanner Global Report 2025)
- TikTok & Instagram Reels jadi penentu utama pilihan destinasi
- Konsep slow travel, digital detox, dan community-based tourism semakin diminati
Artikel ini akan membahas:
- Mengapa tren berubah?
- 8 destinasi dunia yang sedang naik daun
- Dan tentu saja, informasi liburan dari The Swiss Holidays
Mengapa Tren Liburan Berubah Pesat di Kalangan Generasi Muda?
| Alasan | Dampak |
|---|---|
| Kelelahan dari Tempat Populer & Overcrowded | Cari alternatif yang lebih tenang |
| Pengaruh Media Sosial (FOMO & Aesthetic Hunting) | Destinasi unik cepat viral |
| Kesadaran Lingkungan & Etika Perjalanan | Minat pada ekowisata & wisata berkelanjutan |
Sebenarnya, tren liburan bukan lagi soal eksis — tapi soal mengalami.
Tidak hanya itu, harus diprioritaskan.
Karena itu, sangat strategis.
Slovenia: Eropa Timur yang Instagramable & Ramah Budget
| Daya Tarik | Alasan Naik Daun |
|---|---|
| Danau Bled & Triglav National Park | Alam pegunungan mirip Swiss, harga 50% lebih murah |
| Transportasi Umum Cepat & Terjangkau | Mudah diakses dari Italia atau Wina |
| Kota Ljubljana Bebas Mobil | Kota hijau, nyaman, ideal untuk slow walking tour |
Sebenarnya, Slovenia = pintu gerbang Eropa yang sering terlewat oleh turis Asia.
Tidak hanya itu, harus dioptimalkan.
Karena itu, sangat vital.
Georgia: Budaya Kuno, Anggur Lokal, dan Pegunungan Spektakuler
| Keunikan | Penjelasan |
|---|---|
| Negeri Asal Anggur Pertama di Dunia | Nikmati wine tasting langsung dari gua fermentasi tradisional |
| Kuil Abkhazi & Biara Gergeti | Di tengah pegunungan Kaukasus, akses terbatas, nuansa spiritual tinggi |
| Homestay Murah dengan Keluarga Lokal | Interaksi budaya mendalam, biaya rendah |
Sebenarnya, Georgia = kombinasi sempurna antara sejarah, alam, dan keramahan untuk tren liburan.
Tidak hanya itu, sangat penting.
Namibia: Petualangan Gersang di Gurun Afrika Selatan
| Spot Wajib | Pengalaman |
|---|---|
| Sossusvlei & Deadvlei | Padang pasir merah dengan pohon mati ikonik |
| Etosha National Park | Safari tanpa banyak turis, lihat badak, singa, gajah liar |
| Komunitas Himba & San | Pelajari budaya suku adat pedalaman |
Sebenarnya, Namibia = Afrika versi minimalis: luas, sunyi, dan memesona untuk tren liburan.
Tidak hanya itu, sangat prospektif.
Bhutan: Negara Paling Bahagia dengan Kebijakan Wisata Berkelanjutan
| Filosofi Unik | Implementasi |
|---|---|
| High Value, Low Impact Tourism | Biaya masuk mahal, tapi semua pendapatan untuk konservasi & rakyat |
| Gross National Happiness (GNH) | Ukur keberhasilan negara dari kebahagiaan, bukan GDP |
| Tanpa Iklan & Minim Polusi Visual | Suasana damai, fokus pada spiritualitas & alam |
Sebenarnya, Bhutan = bentuk lain dari kemewahan: ketenangan yang tak ternilai.
Tidak hanya itu, sangat ideal.
Oman: Alternatif Dubai yang Lebih Tenang dan Autentik
| Bandingkan | Oman vs Dubai |
|---|---|
| Arsitektur Tradisional | Istana pasir, benteng tua, pasar lokal |
| Petualangan Alam | Trekking Wahiba Sands, snorkeling di Musandam |
| Rasa Keaslian Tinggi | Sedikit turis massal, budaya tetap terjaga |
Sebenarnya, Oman = Dubai versi dewasa: elegan, tenang, dan autentik.
Tidak hanya itu, sangat direkomendasikan.
Peru (Luar Machu Picchu): Komunitas Andes & Desa Terpencil
| Destinasi Baru | Kelebihan |
|---|---|
| Choquequirao | Kuil Inca tersembunyi, trekking eksklusif |
| Komunitas Sankayani | Homestay di desa adat, belajar pertanian tradisional |
| Danau Humantay | Air turquoise di ketinggian, spot foto fenomenal |
Sebenarnya, Peru masih punya ribuan rahasia yang belum dijamah turis umum.
Tidak hanya itu, sangat bernilai.

Indonesia Bagian Barat: Raja Ampat hingga Sumba, dari Ekowisata hingga Adat
| Potensi | Realita |
|---|---|
| Raja Ampat | Surga bawah laut, diving premium, tapi sudah bisa dijangkau via homestay |
| Sumba | Ritual Pasola, rumah adat, tenun ikat warisan budaya |
| Sulawesi Tengah (Taman Nasional Bogani) | Alam liar, endemik, dan komunitas lokal yang terbuka |
Sebenarnya, Indonesia bagian barat adalah “hidden gem” yang mulai ditemukan kembali oleh anak muda global.
Tidak hanya itu, sangat strategis.
Sebelum Lanjut, Baca Artikel Terkait: Review Pengalaman Menginap di Glamping Resort yang Nyaman untuk Keluarga
Sebelum kamu melanjutkan membaca tentang tren liburan, sangat disarankan untuk membaca artikel sebelumnya di Blog ini yang membahas konsep perjalanan healing:
👉 Review Pengalaman Menginap di Glamping Resort yang Nyaman untuk Keluarga
Di artikel tersebut, kamu akan menemukan:
- Konsep slow living dalam liburan
- Pentingnya waktu tenang & digital detox
- Rekomendasi akomodasi berkualitas
Karena tren liburan 2026 bukan cuma soal lokasi — tapi juga cara kamu menjalaninya.
Baca sekarang, simpan, dan jadikan panduan!
Penutup: Bukan Hanya Soal Jalan-Jalan — Tapi Soal Menjadi Pelancong yang Bijak, Rendah Hati, dan Bertanggung Jawab demi Pelestarian Budaya Lokal
Tren liburan 2026 bukan sekadar daftar tempat baru. Ini adalah gerakan kolektif menuju perjalanan yang lebih sadar, etis, dan bermakna — saat kita memilih tidak hanya tempat indah, tapi juga yang menjaga keaslian budaya, alam, dan kesejahteraan komunitas lokal.
Dan jika kamu ingin tren liburan yang benar-benar nyaman, aman, dan bermakna, maka kamu harus tahu:
👉 The Swiss Holidays
Di sini, kamu akan menemukan:
- Paket liburan dengan konsep slow travel & wellness
- Rekomendasi hotel & glamping yang strategis, nyaman, dan ramah keluarga
- Itinerary terencana untuk minim stres, maksimal pengalaman
- Panduan gaya liburan ala Swiss: tenang, berkualitas, dan penuh kesadaran
Karena kebahagiaan sejati bukan diukur dari seberapa banyak negara yang dikunjungi — tapi seberapa dalam kenangan yang tersimpan di hati.
Akhirnya, dengan satu keputusan:
👉 Jadikan perjalanan sebagai bentuk refleksi
👉 Investasikan di pengalaman, bukan hanya barang
👉 Percaya bahwa dari satu napas panjang di tengah alam, lahir ketenangan yang abadi
Kamu bisa menjadi bagian dari generasi pelancong yang tidak hanya hadir — tapi menghormati; tidak hanya ingin eksis — tapi ingin meninggalkan jejak yang baik bagi pelestarian budaya dan lingkungan.
Jadi,
jangan anggap tren liburan hanya soal check-in.
Jadikan sebagai tanggung jawab: bahwa dari setiap jejak, lahir cerita; dari setiap malam, lahir doa; dan dari setiap “Alhamdulillah, anak-anak kami bisa tumbuh dengan akses ke alam yang sehat” dari seorang orang tua, ada pilihan bijak untuk tidak menyerah, tidak mengabaikan, dan memilih bertanggung jawab — meski harus belajar dari nol, gagal beberapa kali, dan rela mengorbankan waktu demi melindungi warisan alam bagi generasi mendatang.
Karena keberhasilan sejati bukan diukur dari seberapa banyak uang yang dihasilkan — tapi seberapa besar kedamaian yang kamu rasakan saat tubuhmu bekerja dengan baik.
Sebenarnya, alam tidak butuh kita.
Tentu saja, kita yang butuh alam untuk bertahan hidup.
Dengan demikian, menjaganya adalah bentuk rasa syukur tertinggi.
Padahal, satu generasi yang peduli bisa mengubah masa depan.
Akhirnya, setiap tindakan pelestarian adalah investasi di masa depan.
Karena itu, mulailah dari dirimu — dari satu keputusan bijak.