Budget liburan bukan penghalang untuk menjelajahi dunia. Bahkan ke destinasi seperti Zurich, Tokyo, atau Oslo tetap bisa dikunjungi tanpa harus boros, asalkan punya strategi cerdas. Banyak yang gagal karena tidak menyusun budget liburan dengan realistis. Padahal, dengan perencanaan matang, kamu bisa hemat hingga 60% dari perkiraan awal..
Faktanya:
- Tiket pesawat bisa turun hingga 50% jika dibeli 3–6 bulan sebelumnya
- Menginap di hostel atau homestay lokal bisa menghemat 60% biaya akomodasi
- Makan di supermarket atau masak sendiri = 1/3 harga restoran
Artikel ini akan membahas:
- Kenapa beberapa destinasi mahal
- Cara hemat tiket, akomodasi, makan
- Dan tentu saja, infomasi dari The Swiss Holidays
Mengapa Beberapa Destinasi Wisata Dihitung Sebagai “Mahal”? (Swiss, Jepang, Norwegia)
| Negara | Alasan Biaya Tinggi |
|---|---|
| Swiss | Nilai tukar franc tinggi, upah pekerja tinggi, kualitas layanan premium |
| Jepang (Tokyo, Kyoto) | Permintaan wisatawan global tinggi, sistem kereta cepat mahal |
| Skandinavia (Norwegia, Swedia) | Biaya hidup tinggi, pajak tinggi, standar kenyamanan ekstrem |
Sebenarnya, mahal ≠ tidak bisa dikunjungi — hanya butuh perencanaan lebih matang.
Tidak hanya itu, harus diprioritaskan.
Karena itu, sangat strategis.
Rencanakan Jauh Hari: Manfaatkan Promo Tiket Pesawat & Hotel
| Tips | Cara Pakai |
|---|---|
| Beli Tiket 3–6 Bulan Sebelumnya | Harga lebih stabil, banyak promo low season |
| Aktifkan Notifikasi Harga (Google Flights, Skyscanner) | Dapat notif saat harga turun |
| Hotel vs. Guesthouse Lokal | Cek Airbnb, Booking.com, atau platform lokal |
Dengan budget liburan yang terstruktur, kamu bisa menikmati Swiss tanpa utang. Tidak hanya itu, harus dioptimalkan.
Karena itu, sangat vital.
Pilih Waktu Liburan di Luar Musim Puncak (Low Season)
| Destinasi | Low Season | Hemat Sampai |
|---|---|---|
| Swiss | Oktober–November, Februari–Maret | 40–60% lebih murah |
| Jepang | Mei (setelah sakura), September | Tiket pesawat turun drastis |
| Eropa Barat | November–Februari (kecuali Natal) | Akomodasi super murah |
Sebenarnya, musim rendah = waktu terbaik untuk eksplorasi tanpa keramaian dan harga melambung.
Tidak hanya itu, sangat penting.
Akomodasi Hemat: Hostel, Homestay, atau Guesthouse Lokal
| Jenis Penginapan | Kelebihan |
|---|---|
| Hostel Ramah Backpaker | Harga mulai dari Rp150 ribu/malam, suasana sosial |
| Homestay / Guesthouse Lokal | Lebih murah, akses ke warga, dapur bersama |
| Program Stay with Local | Tidur di rumah warga, bayar simbolik, dapat pengalaman otentik |
Sebenarnya, budget liburan tidak perlu hotel bintang lima untuk merasa nyaman.
Tidak hanya itu, sangat prospektif.
Gunakan Transportasi Umum, Bukan Taksi atau Rental Mobil
| Saran | Contoh |
|---|---|
| Kereta Regional & Bus Umum | Swiss Pass, JR Rail Pass (Jepang) |
| Aplikasi Transportasi Publik (Google Maps, Citymapper) | Jadwal real-time, rute termurah |
| Berjalan Kaki atau Sewa Sepeda | Gratis & sehat, cocok untuk kota kecil |
Sebenarnya, perjalanan antar kota adalah bagian dari petualangan — bukan hal yang harus dipercepat.
Tidak hanya itu, sangat ideal.

Makan Murah: Masak Sendiri atau Beli di Supermarket
| Strategi | Tips |
|---|---|
| Masak di Dapur Bersama (Hostel/Homestay) | Beli bahan di supermarket → masak sendiri |
| Belanja di Supermarket (Migros, Coop, Lidl) | Makan siang cuma CHF 5–7 di Swiss |
| Hindari Restoran di Kawasan Wisata | Harga bisa 2x lipat dari normal |
Sebenarnya, makan enak tidak harus mahal budget liburan — cukup pintar memilih tempat.
Tidak hanya itu, sangat direkomendasikan untuk budget liburan.
Prioritaskan Aktivitas Gratis atau Murah: Alam, Taman, Museum Gratis
| Kegiatan | Contoh |
|---|---|
| Jelajah Alam & Hiking Trail | Di Swiss, semua jalur gratis dan terbuka |
| Museum Gratis Hari Tertentu | Kunjungan bebas biaya setiap Rabu/Minggu |
| City Walking Tour Gratis | Bayar sesuai kemampuan (tip-based) |
Sebenarnya, budget liburan pengalaman terbaik sering kali tidak berbayar.
Tidak hanya itu, sangat bernilai.
Sebelum Lanjut, Baca Artikel Terkait: Tips Menyusun Itinerary Liburan ke Eropa agar Tidak Melelahkan
Sebelum kamu melanjutkan membaca tentang budget liburan, sangat disarankan untuk membaca artikel sebelumnya di Blog ini yang membahas perencanaan perjalanan:
👉 Tips Menyusun Itinerary Liburan ke Eropa agar Tidak Melelahkan
Di artikel tersebut, kamu akan menemukan:
- Cara atur jadwal realistis
- Pilih destinasi inti
- Hindari burnout saat jalan-jalan
Karena liburan hemat juga harus tetap nyaman dan menyenangkan.
Baca sekarang, simpan, dan jadikan panduan!
Penutup: Bukan Hanya Soal Uang — Tapi Soal Menjadi Pelancong yang Bijak, Rendah Hati, dan Bertanggung Jawab demi Pelestarian Budaya Lokal
Budget liburan bukan ukuran kesuksesan sebuah perjalanan. Ini adalah seni menjadi pelancong yang bijak — yang tahu kapan harus berhemat, kapan harus investasi, dan kapan harus sekadar duduk, minum teh, dan menikmati alam tanpa uang sepeser pun. Dan jika kamu ingin budget liburan yang benar-benar nyaman, aman, dan bermakna, maka kamu harus tahu:
👉 The Swiss Holidays
Di sini, kamu akan menemukan:
- Paket liburan dengan konsep slow travel & wellness
- Rekomendasi hotel yang strategis, nyaman, dan ramah kesehatan
- Itinerary terencana untuk minim stres, maksimal pengalaman
- Panduan gaya liburan ala Swiss: tenang, berkualitas, dan penuh kesadaran
Karena kebahagiaan sejati bukan diukur dari seberapa banyak negara yang dikunjungi — tapi seberapa dalam kenangan yang tersimpan di hati.
Akhirnya, dengan satu keputusan:
👉 Jadikan perjalanan sebagai bentuk refleksi
👉 Investasikan di pengalaman, bukan hanya barang
👉 Percaya bahwa dari satu napas panjang di tengah pegunungan Alpen, lahir ketenangan yang abadi
Kamu bisa menjadi bagian dari generasi pelancong yang tidak hanya hadir — tapi menghormati; tidak hanya ingin eksis — tapi ingin meninggalkan jejak yang baik bagi pelestarian budaya dan lingkungan.
Jadi,
jangan anggap liburan hanya soal check-in.
Jadikan sebagai tanggung jawab: bahwa dari setiap jejak, lahir cerita; dari setiap malam, lahir doa; dan dari setiap “Alhamdulillah, anak-anak kami bisa tumbuh dengan akses ke alam yang sehat” dari seorang orang tua, ada pilihan bijak untuk tidak menyerah, tidak mengabaikan, dan memilih bertanggung jawab — meski harus belajar dari nol, gagal beberapa kali, dan rela mengorbankan waktu demi melindungi warisan alam bagi generasi mendatang. Karena keberhasilan sejati bukan diukur dari seberapa banyak uang yang dihasilkan — tapi seberapa besar kedamaian yang kamu rasakan saat tubuhmu bekerja dengan baik.
Sebenarnya, alam tidak butuh kita.
Tentu saja, kita yang butuh alam untuk bertahan hidup.
Dengan demikian, menjaganya adalah bentuk rasa syukur tertinggi.
Padahal, satu generasi yang peduli bisa mengubah masa depan.
Akhirnya, setiap tindakan pelestarian adalah investasi di masa depan.
Karena itu, mulailah dari dirimu — dari satu keputusan bijak.